Menggapai Berkah dengan Pariwisata Syariah

Jama’ah yang dirahmati Allah SWT.
Indonesia merupakan negara muslim terbesar, sayangnya menurut Global Muslim  Travel Index 2015, wisatawan muslim yang berkunjung di indonesia masih sangat sedikit, bahakan tertinggal dari negara negara non muslim seperti jerman, cina, hongkong dan lain lain yang mayoritas penduduknya beragama non Islam. Indonesia dianggap terlambat dalam merespons pasar turis dunia dengan konsep wisata syariah. Padahal Indonesia memiliki peluang yang besar.Menurut Elisabeth Oktofani (Khabar Southeast Asia, 28 Maret 2013), wisatawan muslim akan mencari pengalaman liburan yang sesuai dengan nilai-nilai mereka dan Indonesia adalah salah satu tujuan utama para turis untuk menuju pasar global. Artinya adalah wisatawan wisatawan muslim manca negara yang berasal dari negara negara timur tengah ataupun negara muslim lainnya belum menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama mereka.

Sektor pariwisata sendiri merupakan salah satu sektor yang perkembangannya cukup baik, selain cukup kuat dalam menghadapi krisis, kontribusi sektor secara langsung terhadap PDB sudah mencapai 3,8% dan jika memperhitungkan efek penggandanya, kontribusi  pariwisata pada PDB mencapai sekitar 9%. Penyerapan tenaga kerja di sektor ini juga sudah  mencapai 10,18 juta orang atau 8,9% dari total jumlah pekerja sehingga merupakan sektor pencipta tenaga kerja terbesar keempat.

Konsep pariwisata syariah adalah kegiatan rekreasi yang disertai dengan nilai-nilai Islam. Pariwisata syariah berbeda dengan perjalanan religious (Firmansyah, Dirjen Pengembangan Tujuan Kemenparekraf, 2013). Islam sangat mempengaruhi kultur hidup orang-orang Indonesia, sehingga wacana penerapan pariwisata syariah sangat besar potensinya untuk berkembang dan akan memperoleh dukungan luas baik pemerintah maupun dunia usaha.

Salah satunya adalah tersedianya berbagai produk halal yang dapat menunjang pertumbuhan wisata syariah. Hal ini ditandai dengan meningkatnya konsumsi produk halal, seperti bertambahnya jumlah perbankan syariah. Indek kesadaran produk halal yang berkisar 70% pada 2009 meningkat menjadi 92% pada 2010, serta jumlah produk bersetifikat halal naik 100% dalam kurun waktu 2009-2010 Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM-MUI).

Jama`ah yang berbahagia
Ada lima komponen yang dimasukkan dalam wisata syariah oleh Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Kemamenparekraf) dan MUI yaitu sektor kuliner, fashion muslim, perhotelan, akomodasi, kosmetik dan haji umrah. Surakarta sendiri merupakan salah satu kota yang memiliki nilai budaya yang cukup menarik untuk mejadi destinasi wisata syariah. Kota surakarta meimiliki dua buah kerajaan serta kawasan batik. Dibidang kuliner surakarta memiliki makanan khas seperti tengkleng, cabuk rambak, timlo solo, nasi liwet dan lain sebaginya yang menggugah selera. Dengan bermodalkan potensi tersebut masyarakat dapat mengambil peluang usaha dengan mendirikan usaha usaha sepeti perjalanan, rumah makan khas solo, dan penginapan tentunya dikemas dengan nilai nilai syariah.
Dalam memaksimalkan potensi pariwsata syariah berapa kesulitan dalam mengembangkan wisata syariah, antara lain belum siapnya orang Indonesia dalam  menyikapi kehadiran wisata syariah. Biasanya, orang mengatakan bahwa segala sesuatu  yang bernuansa syariah hanya berkutat pada permasalahan boleh dan tidak boleh serta halal dan haram. Hal ini dikarenakan masyarakat belum terbiasa terhadap hal-hal seperti itu. Padahal, wisatawan mancanegara biasanya sangat memperhatikan sertifikasi dari tempat mereka membeli makanan atau bahan makanan. 

Sejauh ini, Kemenparekraf  bersama beberapa pihak terkait  sudah meyepakati pedoman wisata syariah, antara lain standar yang harus dipenuhi oleh hotel, restoran, biro perjalanan, pemandu wisata yang sesuai dengan kaidah syariah. Saat ini, pedoman tersebut telah berlangsung cukup efektif di hotel seperti penyediaan alat Sholat, petunjuk arah Sholat, penyediaan makanan bersertifikasi halal, dan lain-lain.

Dengan potensi periwisata yang sangat baik, dukungan pemerintah, dan peluang di sektor pariwsiata sendiri. Diharapkan masyarakat dapat mengambil peluang tersebut dan akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Wallahu a’lam bisshawaab. 




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menggapai Berkah dengan Pariwisata Syariah"

Post a Comment