Tausiyah Ramadhan : Mengapa Bank Syariah Mahal

Mengapa Bank Syariah Mahal
Oleh : Prof. Bambang Setiaji
bbsetiaji@yahoo.com 
Ikatan Cendikiawan Muslim Surakarta

Kaum Muslimin wal Muslimat yang berbahagia.

Mahal atau murahnya harga dana perbankan tidak terletak pada perbedaan sistem 
konvensiona atau syariah. Mengapa bank syariah sedikit lebih mahal? Juga tidak selamnya
benar. Beberapa bank syariah lebih murah. Namun demikian secara umum munggkin ada
benarnya harga di bank syariah sedikit lebih mahal. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal
berikut : 

1. Jika kita meminjam di bank konvensional kia akan dikenai bunga. Dalam akadnya bunga tersebut berfluktuasi sesuai dengan tungkat suku bunga di pasar. Meminjam di bank konvensional apabila terjadi krisis keuangan, sesuai dengan perjanjiannya angsuran bisa tiba- tiba meningkat. Tetapi untuk bank syaariah bukan pinjam meminjam melainkan akad murobahah (umumnya jual beli). Akad itu harus dilandasi oleh pembelian suatu barang yang real karena akadnya jual beli dan harga yang putus/pasti maka angsuran bank syariah tetap dan tidak terpengaruh oleh suku bunga. Dalam keadaan krisis financial angsuran di bank umum akan jauh lebih tinggi. Karena bank syariah sesuai akadnya tidak terjadi keanaikan dan penurunan di massa depan maka harga di bank syariah ditetapkan sedikit lebih tinggi. Hal ini bertujuan sebagai kompensasi tidak adanya keanaikan kalo terjadi krisi financial.


2. Mahal dan murahnya harga perbankan tergantung dari sumber dana parapenaabung/deposan. Bank syariah hanya didukung oleh institusi publik berupa yayasan-yayasan islam seperti sekolah islam dan rumah sakit islam. Sedngkan bank umum menampung dana-dana pemerintah yang murah. Disamping deposito tabungan dari umat islam umumnya kecil-kecil. Oleh sebab itu untuk memenuhi kebutuhan sumber dana bank syariah memberi bagi hasil yang lebih untuk menarik dana-dana dari korporasi/dana-dana besar. Dana-dana ini umumnya mencari return atau imbal hasil yang tinggi, dana ini misalnya dana pensiun dan dana-dana korporasi yang memang dikembangkan untuk mencari imbal hasil. Komposisi dana inilah yang menyebabkan biaya di bank syariah lebih tinggi. Hal ini tidak lain mencermika struktur ekonomi dimana umat islam tidak memiliki tabungan yang cukup, sebagaimana diketahui cara kerja bank adalah menghimpun sumber dana yang bersifat jangka pendek (1 bulan – 1 tahun) untuk dipinjamkan kepada penguaha yang bersifat jangka panjang. Deposito yang diambil oleh pemilik harus segera diganti dan depositi lain supaya mekanisme seperti diatas berlansung jika deposito dari umat islam kurang maka bank syariah akan mengambil dan korporat atau mencari dana di pasar uang.

Jama`ah yang berbahagia

Fungsi dari perbankan islam yang paling penting adalah menghimpun dan kecil-kecil untuk membiayayai kebutuhan investasi berbagai industri yang merupakan kebtuhan umat. Yang dimaksdu kebutuhan umat bisa berupa kebutuhan barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri tertentu tetapi juga kebutuhan lapangan pekerjaan di industri tertentu pula. Jika generasi muda islam tidak bekerja (menganggur) statusnya akan menjadi kaum fakir. Yang di dalam agama islam kaum fakir ini harus dientaskan caranya bukan diberi shodaqoh/zakat  tetapi diberi pekerjaan supaya memproleh penghasil lebih stabil. 
Pada institusi keuangan mikro biaya dana yang diperlukan untuk investasi-investasi kecil lebih tinggi lagi. Bila di bank umum syariah biaya dana yang terjadi saat sekarang ini sekitar 6,5% flat harga di keuangan mikro bisa mencapai 3-3,5 kali lipat. Apabila diukur secara efektif perolehan bank atau keuangan mikro hampir setara dengan dua kali lipat.   Artinya tarif 6,5 % flat setara dengan 13-14 % efektif. Di keuangan mikro syariah tarif efektifnya sekitar 40 %. Harga ini sungguh sangat tinggi, seyogyannya pemerintah memberikan subsidi supaya biaya margin tersebut relatif rendah.

Kesimpulan
Untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat untuk mengapa bank syariah lebih tinggi disebabkan karena bank syariah yang terdiri dari rumah tangga muslim, perusahaan UMKM muslim, dan yayasan-yayasan islam tidak memliki sumber dana menganggur yang cukup. Akibatnya bank syariah akan menutup kebutuhan pinjamannya dari deposan-deposan korporasi atau lembaga keuangan yang memeang berprofesi mencari return yang tinggi.
Pemerintah bisa membantu menurunkan biaya dana di bank syariah untuk menghidupkan industri masyarakat dengan jalan pemerintah menempatkan atau mendepositkan dana murahnya di bank syariah. Dengan kata lain, harga di perbankan mencerminkan keaddaan atau kemajuan ekonomi umat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tausiyah Ramadhan : Mengapa Bank Syariah Mahal"

Post a Comment