kumpulan kutipan jum'at puisi mei 2019



Puisi adalah bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris yang bahasanya terlihat indah dan penuh makna. Puisi adalah sebuah pribahasa dimana kita mengungkapkan sebuah irama untuk menyatakan sebuah perasaan kita di dalam bait bait puisi yang iramanya akan sarat makna. ditambah lagi jika puisi tersebut dibacakan dengan irama yang indah pastinya hati kita perasaan kita akan terbawa didalam puisi tersebut. puisi juga tempat kita untuk mencurahkan isi hati atau perasaan kita didalam bait bait nya.

Pastinya diantara kita pernah membaca puisi. dan diantara kita semua terkadang ingin menyampaikan isi hati kita dengan sebuah kata - kata puisi. nah disini penikmatrindu akan membagikan sebuah artikel tentang kumpulan kutipan jum'at puisi mei 2019, kumpulan penggalan puisi, kata kata puisi cinta, puisi rindu, puisi tentang hati . oke mari kita baca kutipan puisi dibawah ini yang berasal dari berbagai sumber .

Kurapal shalawat nabi
Berharap gemuruh perasaan tak ciutkan nyali
Gemetar kujabat tangan sang wali
Tunai kulunasi janji
Saat lengkung senyummu genap kuamini.

Sebagian menyepuh agama seruncing mungkin,
Namun tak untuk menebas iblis
Sebagian lagi tak ingin lepas dari perasaannya;
Memilih mengejar takbir;
Bukan takbir yang memecah belah
Namun takbir yang menyatukan 
Kamu sebatas ilusi
Sengaja tercipta dikala sepi
Mungkin cerita kita telah usai
Namun perasaanku tak kunjung mengurai
Biar ku patik namamu dalam diksi
Bisa saja esok kisah kita akan kembali
#jumatpuisi
Dimana rasa itu kau buang?
Setelah beribu aksara kau tuliskan
Berpuluh kata kau ucapkan
Haha mungkin kau anggap aku hanya gurauan
Perasaan, sudah ku paksakan punah
namun membuncah
Meski tak berbalas dua arah
Perasaan, ia tetap tersenyum
Meski terpancar kesedihan yang ia kulum
Mencintai yang sudah memilih berhenti
Aku masih menanti

Perasaanku ialah kertas-kertas berwarna
Kadang biru, merah, jingga, ungu
Pun tak jarang ia membias dalam sebuah wajah
Menjelma rindu, takut, juga bahagia
Dan demi waktu yang bisa merubah segala
Hanya pada sapamu ia menjadi seirama
Semesta punya cara sendiri
untuk membuat kita bersedih kasih.
Ia hadirkan hujan agar kau terjebak
dalam kenangan.
Ia datangkan senja agar kau teringat
senyumnya yang manja.
Ia berganti menjadi malam agar kau sendirian
dicabik rindu yang dalam.
Perihal menunggu, aku tak tahu
Boleh jadi perasaan hari ini berkenan
melipat ruang waktu
Boleh jadi rindu kemudian hari
membentang memperpanjang malam
kopi adalah teman sejati
untuk penantian yang tak kunjung pasti
Rindu adalah sepi yang perlu di kasih sayangi
Dan hatimu adalah rumah yang ingin aku huni.

Perasaanku tak terungkap kata.
Dia tersimpan di genggam tangan,
dan bulir air mata.
Hatimu yang mampu membacanya.
 Menyala tak pernah padam
Tak sanggup berucap dan terbungkam
Tersimpan dalam diam
Itulah perasaan yang terpendam
Sepagi ini bayangmu
Kembali mengganggu
Mungkinkah ini rindu ?
Entahlah..
Kita tak sedang bercinta
Apalagi bermesra
Di hatimu tak ada warna
Hanya ada di hatiku saja
Tapi rasa tak bisa kudusta
Bahwa kau selalu ada
Walau tak pernah kuminta...
Berpergianlah kemana hatimu hendak mengembara.
Kemudian lekaslah kembali tatkala telah kau rasakan lelah.
Kendati tak selamanya, menetaplah barang sejenak saja.
Tak apa,
sebab perasaanku memang tak pernah
sepantas itu untuk bermakna.
Aku sudah kadung purna
Mendefinisikan doa sebagai dirimu
Bibir tak pernah sampai berujar
Lisan selalu gagal memantrai
Kelak bila perasaan ini tak berbalas
Biarkan ia hidup dalam harap
Dalam pinta pada semesta
Rindu itu seperti rak buku perpustakaanku
Sangat banyak dan menyesakan
Rindu itu bagai hujan saat ini
Sangat deras tiada henti
Rindu itu lebih berat dari berat badanku
Aku Rindu sama situ...

Aku bagaikan malam yang tak berbintang
Bagai malam yang tak bercahaya
Langit lebar membentang
Namun ku tak sanggup meneranginya
Jika kau tahu perasaanku
Akankah kau akan mengerti ?
Aku hanya diam dan membisu
Yang selamanya akan tetap begini 
yang dulu~
Aku adalah engkau, yang dulu
di pelupuk senja
Aku adalah dosa, yang dulu
menghias cakrawala
Aku adalah kata, yang dulu
kau sebut cinta
Pada titik temu kita yang ku idamkan,
ada perasaan yang tak kunjung selaras,
antara siapa yang akan mengucap kata rindu;
Aku atau segenap diriku?
 Yang menyapamu rindu,
belum tentu benar-benar merindukanmu
Maka baik-baiklah menjaga hati dan perasaan
Karena sering kali;
datangnya hujan selalu mengusir indah lengkung senyum pelangi.

Demikianlah kumpulan kutipan jum'at puisi mei 2019, kumpulan penggalan puisi, kata kata puisi cinta, puisi rindu, puisi tentang hati . Semoga bermanfaat dan kutipan puisi bulan mei ini bisa dijadikan status dimedia sosial yang kamu punya. Thanks sudah berkunjung...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "kumpulan kutipan jum'at puisi mei 2019"

Post a Comment