Hakikat Seorang Pemuda

Hakikat Seorang Pemuda

[Hakikat Seorang Pemuda]

Merantaulah…
Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan hidup asing (di negeri orang).
Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari kiamat, kaki seorang hamba tidak akan bergerak sebelum ditanyakan empat hal kepadanya.

Di mana dia menggunakan umurnya? Di mana dia menghabiskan masa mudanya?Dari mana dia mendapatkan harta dan ke mana dia menggunakan hartanya?Apakah dia beramal dengan ilmunya?”
(HR. Sunan Addarami)
Kita renungkan kembali nasehat Imam Syafi’i, “Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar, Ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya. Dan barangsiapa ketinggalan belajar di masa mudanya, maka bertakbirlah untuknya empat kali karena kematiannya. Demi Allah, hakekat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan takwa.”
Maka Merantaulah carilah ilmu itu. Karena pemuda adalah tumpuan penentu peradaban, tidak hanya sebagai pengguncang dunia, bisa sebagai penerus bangsa, ataupun sebagai pembela agama, bahkan sebagai kader persyarikatan. Pemuda adalah mereka yang memperjuangkan harkat dan martabat bangsa, memberikan keharuman nama bangsa tersebut.
Pemuda haruslah cerdas dalam kecerdasan intelektual maupun kecerdasan spiritual. Sehingga mereka pantas untuk menjadi seorang penerus bangsa, apabila pemuda tidak memilikikecerdasan spiritual maupun kecerdasan intelektual
“Demi Allah hakikat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan taqwa; jika kedua hal itu tiada padanya maka tak bisa disebut pemuda”. (Imam Syafi’i)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hakikat Seorang Pemuda"

Post a Comment