kumpulan kutipan puisi terbaru 2019


setiap orang terkadang mengekspresikan perasaan nya melalui sebuah tulisan atau sebuah kata - kata baik itu kata kata bijak atapun sebuah kata - kata puisi. berikut ini kata kata atau kutipan puisi yang di rangkum oleh blog penikmatrindu23 yang berasal dari berbagai sumber :

Mengubur rindu dalam-dalam, diam-diam.
Tidak ada yang tahu, bahkan tangan daun tak mengenalinya.
Kelak hujanlah yang akan menuntaskan kehilangannya.
Aku terbangun pada sebuah ruangan sempit.
Disana aku terjebak dalam ruang tanpa jendela,
Aku mendengar teriakkan khalayak dari ruang sebelah,
ia teriak diminta bebaskan namun tak kunjung pintu dibuka,
hingga aku keluar dan menatap mereka yang tak melihat. 
Kopi dan pagi
Adalah kumpulan rindu
Yang menguap dari aroma
Polusi trotoar hati 
Kita adalah fana.
Dari segelintir harapan yang ingin menjadi nyata.
Namun tak pernah terengkuh.
Karena takdir telah bertitah; bahwa Tuhan kita tak pernah sejalan. 
Kamulah keindahan,
Yang kukagumi dari kejauhan
Dalam secercah doa dan harapan
Yang semoga kelak dipertemukan
Untuk berjanji tidak saling meninggalkan
Dalam janji suci pernikahan 
Rindu yang kepagian.
Sementara mentari enggan tampakkan senyuman.
Rindu menggigil kedinginan.
Dibekukan amarah yang menghujan semalaman. 
Telah kutemui sekian banyak persimpangan
Hatiku tak pernah bimbang memilih jalan
Hanya ingin lurus ke depan
Menuju alamatmu, satu-satunya rindu yang kuperjuangkan 
Aku ingin berhenti sejenak
Jatuhkan diri hingga tergeletak
Menatap langit di atas lantai retak
Biru itu akan menjadi pelipur
Pada setiap rindu yang tak terukur. 
sendu itu merayu
disimpang senja merona.
diujung tangis berganti tawa.
gelisah ku pun menjadi resah.
sebab rindu itu selalu basah. 
betapa menakjubkan merindukanmu:
langit pagi, matahari terbit.
dan segala yang disentuh cahayanya
mendoakan keselamatanmu hari ini. 
Bolehkah aku menjadi bunga? Pada sulam tenunanmu
Atau mungkin menjadi kata
Pada kedalaman makna sajak,
Atau sebut saja aku di ujung doamu 
Lihatlah purnama itu, kekasih.
Ia masih tegak bersinar
Menerangi gelapnya malam
Walaupun orang-orang masih tertidur lelap
Ia menjaga sinarnya dengan tetap;
Aku ingin seperti dia
Menerangimu
Sampai tua menjemputmu. 
Gelapnya malam tanpa bintang
Kesunyian seolah terganti dengan
Suara mesin yang makin mencekam
Mata pun sulit terpejam
Pikiran melayang
Hati berpetualang 
bu, aku rindu
suaramu yang memecah hening dipagi hari
bu, aku rindu
senyum lelahmu mengakhiri hariku disetiap hari
bu, aku rindu
aku rindu, bu 
Bagaimana aku bisa ikhlas
Sedangkan rasa ini belum tuntas
Bagaimana aku bisa tertidur pulas
Sementara rindu ini belum terbalas
sekuncup rinduku tertanam dipagar hati
kubiarkan mekar mewangi
ambilah jika suatu hari kau ingin kembali
atau bisa juga membuatnya mati
jika kau berlama-lama pergi 
sebuah candu rindu
termakan ambigu
setelah tersekat bisu
akhirnya berujung temu 
penyair tak berkawan
merajut berbagai tulisan
pena bermahkota harapan
kertas bertameng ketangguhan
menjadi puisi dalam arti kehidupan 
Malam telah datang
Rembulan menampakan sinarnya
Bintang mengerlipkan cahayanya
Dan aku,
Masih dengan perasaan yang sama,
Mencintaimu dalam diamku 
Kebutuhanmu sudah terpenuhi, lantas,
bagaimana dengan kewajibanmu?
Keinginanmu sudah sesuai dengan rencana, lalu,
sampai kapan kau mengabaikan puisi-puisi indahnya? 
Sore akan berganti peran dengan malam.
Sementara aku masih asik dengan dekapan siang.
Bahkan sialnya lagi,
aku masih memikirkan angan yang mulai kelam. 
pagi ini adalah pagi yang sama
pagi yang tak pernah alpa
mengirim perasaan pada kehilangan
hingga berkali-kali
aku menerjemahkannya di wajahmu
aku ingin waktu kembali
aku ingin kau kembali
mencintaiku lagi
sekali lagi,
seperti dulu. 
aku adalah senja yang sama;
senja yang tak berani mengucapkan selamat tinggal,
senja yang selalu menolak pergi meski dihalau paksa oleh waktu. 
Aku merindukan pelangi di matamu"
Tidak, tidak seperti yang mereka katakan.
Sebab langit lapang, banyak luang waktu yang sedia menggantikan. 
tak ada yang kurasakan selain rindu,
padahal bila kuputuskan bertemu,
belum tentu bibirku mampu berkata "aku rindu 
aku tidak ingin kita menepi
dan berhenti memaknai semua ini
meski aku tahu, kadang kala
kita tak hentinya saling menyakiti
sebab,
jika semua kembali kepada makna,
apakah cinta
hanya perihal bahagia? 
Ada yang masih menggelar tunggu di kepalanya.
Dibiarkan sepi berkunjung,
menemani rindu yang lama disiapkan
tanpa tahu ke siapa harus dihidangkan. 
Kuharap
Bersamaku
Kau bisa belajar
Mencintai yang kau miliki dengan sebaik-baiknya
Tanpa harus merasa hancur kala segalanya berujung pada jauh jarak
Itu hanya kehilangan sementara
Dan meratap hanya memperkeruh suasana 
 Aku bosan menyulam cinta
Tak pernah sekalipun yg menjadi setia
Jangankan baju hangat pemeluk gundah
Sapu tangan pengusap basah saja tak pernah hendak menyeka air mata

demikianlah kumpulan kutipan puisi. Semoga bermanfaat bagi kamu.

#quoterindu
#kumpulan kata kata terbaru
#kumpulanpuisirindu
#captionrindu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "kumpulan kutipan puisi terbaru 2019"

Post a Comment