Catatan Akhir Perjalanan 2021 - Tahun Terberat yang Aku Alami


Penikmatrindu23 - Cerita ini di mulai bulan januari 2021, Pada bulan januari saya masih bekerja sebagai Tata Usaha di SDN 05 Sidorejo dan juga bulan terakhir sebagai anggota sekretariat pps desa sidodadi. Hari demi hari kulewati seperti biasa, kemudian ada suatu peristiwa yaitu mimpi sesuatu yang sudah saya ceritakan sebelum nya yaitu ada di Cerita Awal Pengabdian di Desa. Pada akhir bulan januari saya ngomong kepada Alm Mamak saya, 

Saya berkata : Mak gelem ora tak tukoke wedus (seekor kambing) go Aqiqah, go tabungan ku (karena saya mempunyai salah satu cita - cita meng Aqiqahkan Kedua orang tua).

Alm Mamak : Gak usah disek le. (le itu tole panggilan untuk anak laki-laki dalam bahasa jawa)

Saya berkata : Terus Mamak jalok opo. Aku pengen nukoke mamak. Yowes nek ora gelem duite tak tukoke HP go mamak wae yo mak.

Alm Mamak : Yo wes ora opo-opo le. 

Saya berkata : Yo tak tukoke neng shoope. 

Setelah 3 hari Hp nya dateng lalu saya unboxing dan saya berikan untuk mamak. 

Kemudian lanjut bulan Februari, pada bulan ini saya melewati hari demi hari biasa saja. ya kerja pagi pulang siang. Sama halnya pada bulan Maret melewati hari demi hari biasa saja. 

Lanjut Pada bulan April dimana pada awal bulan saya mendapat panggilan dari bapak Kepala Desa Sidodadi untuk ngobrol - Ngobrol. Saya diminta untuk mengabdi desa, saya lalu meminta waktu dulu untuk konsultasi kepada orang tua saya terutama mamak saya. Karena setiap keputusan yang saya ambil selalu meminta saran dan izin kepada mamak saya. Lalu, mamak saya mengizinkan untuk mengabdi di desa. Lalu di pertengahan bulan april saya mengumpulkan berkas-berkas sebagai persyaratannya. Tapi disini posisi saya masih bekerja di SDN 05 Sidorejo. 

Hingga seminggu sebelum akhir bulan saya berpamitan kepada kepala Sekolah SDN 05 Sidorejo. Dan Alhamdulillah saya di izinkan. Karena ketika masuk di SDN 05 saya sudah bilang kepada bapak kepala sekolah. Pak niat saya disini hanya membantu bapak kepala sekolah jadi sewaktu-waktu ketika saya ingin pamit saya izin pamit. dan Kepala sekolah meng Iya kannya. dan pada akhirnya di akhir bulan April saya izin berpamitan kepada seluruh Jajajran SDN 05 Sidorejo.  Oiya Boleh nih kalalu mau baca cerita singkat di SDN 05 Sidorejo : Terima kasih SDN 5 Sidorejo

Selanjutnya Pada awal bulan Mei saya masuk kerja di Desa Sidodadi. Awalnya saya masih malu - malu kemudian hari demi  hari saya mulai beradaptasi dengan lingkungan kerja baru. Karena ketika masuk kerja di Desa pada bulan puasa yaitu Bulan Suci Ramadhan. Saya di desa diamanahkan Bapak Kepala Desa sebagai Kasi Pemerintahan. Bagi saya amanah yang di berikan begitu berat bagi saya. Karena banyak hal yang saya harus pelajari. Tetapi namanya sebuah amanah harus saya jalankan. Karena niat saya bekerja di desa yaitu mengabdikan diri saya untuk masyarakat dan membangun desa dimana saya dilahirkan. Saya juga ketika waktu kuliah saya memang mempunyai salah satu cita - cita untuk mengabdi didesa. Mungkin teman - teman kuliah saya sudah banyak yang tau. 


Lanjut pada bulan juni yaitu bulan yang begitu berat bagi saya untuk di lalui. Awal nya bulan ini berjalan seperti biasa tanpa ada tanda - tanda sesuatu akan terjadi dalam kehidupan saya. Pada tanggal 11 Juni 2021 pembagian Insentif Honor dari desa. Setelah itu saya pulang kerumah. Bapak dan Mamak saya, saya minta untuk ngobrol sebentar. Saya mulai berbicara .

Saya               : Mak iki aku wis gajian, wis tak niatke duit iki go Akekah mamak.

Alm Mamak  : wis gak usah le.

Saya              : Wis ora opo-opo mak. Aku iki wis niat go mamak.

Alm Mamak  : Yo Wis. Mamak Gelem.

Saya               : Ape tanggal piro mak Aqiqahe.

Alm Mamak  : Yo terserah.

Bapak            :  Yo engko Wae Bulan Ngarep.

Saya              : Opo sesok kamis malam jumat bareng yasinan rutin. (Karena Kebetulan hari kamis akan dimulai kembali yasinan rutin bapak-bapak yang beberapa bulan terhenti karena covid. Dan dimulai lagi dirumah saya. tetapi saya punya pertimbangan lain mengingat beberapa hari sebelumnya ada tetangga yang positif covid-19, sebagai aparatur desa saya gak mungkin mau membuat acara yang menimbulkan kerumunan.) 

dan akhirnya di putuskan bulan depan jika covid sudah mereda. Tetapi acara yasinan rutin pada hari kamis tetap berjalan karena cuma beberapa orang, mungkin cuma 20 orang. Pada hari kamis semuanya terasa biasa saja tiada tanda - tanda akan terjadi sesuatu. Kebetulan juga pada hari kamis mbak saya beli motor baru. hingga acara malam yasinan rutin berjalan hingga selesai.

Kemudian pada hari Jumat tanggal 18 Juni 2021 saya berangkat bekerja seperti biasa. dan pulang sore jam 3 seperti biasanya. Ketika itu sore hari mamak saya pergi ke tempat mamak nya (mbah saya) untuk ngerokin mbah saya. dan pulang sebelum magrib. Setelah shalat magrib mamak saya ajak jalan- jalan nyoba motor mbak saya yang baru beli kemarin :

Saya   : Mak ayo nyoba motore mbak.

Alm Mamak : wes ora usah

Saya : wis ora opo-opo. Ayo mak.

Alm Mamak : yo Wis yok.


Dijalan saya ngobrol seperti biasa sama mamak tanpa ada tanda - tanda mamak akan pergi meninggalkan kami untuk selamanya. dan setelah muter - muter naik motor, kami pulang kerumah. dan Adzan isya berkumandang ketika itu cuaca mulai gerimis. Setelah itu saya ngobrol di warung bersama Bapak kadus membicarakan untuk membuat desa wisata. Hingga akhirnya saya pamitan sama mamak untuk pergi sebentar ngobrol di tempat pak sekdes. Baru 10 Menit ngobrol Bapak saya datang nyari saya katanya mamak tiba-tiba sakit. Dan seketika saya langsung pulang kerumah. dan Melihat mamak tiba-tiba sakit. Padahal sebelumnya tidak apa-apa. Saya melihat mamak sudah lemes dan mengucap istigfar terus.  Saya pun langsung membawa mamak naik mobil menuju ke klinik terdekat tetapi sampai klinik, Allah SWT telah memanggil mamak untuk selamanya kurang lebih pukul 20.30 Wib. (Sebelumnya mamak tidak sakit, karena waktu itu mamak bilang kebapak untuk pamit shalat isya, dan setelah shalat mamak langsung tidur kekamar dan 15 menit kemudian mamak bangun dan batuk - batuk dan  memanggil bapak saya minta diambilkan air anget . dan minta di panggilkan saya, karena ketika itu saya pergi sebentar di gang sebelah)

Mungkin Allah lebih sayang mamak sehingga memanggil nya kembali. Disitu hati dan perasaan bahkan tubuh saya terasa sangat hancur berkeping - keping, bagaimana tidak mamak yang selama ini selalu menyayangi saya dari waktu kecil dan selalu mensupport kegiatan positif yang saya lakukan kini telah meninggalkan kami untuk selama -lamanya. Sunguh saya hanya bisa menangis melihat mamak pergi. Malam itu tubuh saya serasa hancur dan tidak bisa tidur, badan teraasa sangat lemas. dan Mamak dimakamkan pagi hari. Ketika menshalat kan jenazah mamak pun air mata ini tidak bisa di bendung, hati ini bener- bener sedih. Tapi bagaimanpun Saya dan keluarga harus mengikhlaskannya. dan ketika menguburkannya saya tahan untuk menangis. Tetapi lagi dan lagi setelah di kubur dan di do'akan. Air mata ini tak bisa di bendung kembali air mata ini. Keluarga menenangkan saya, "Sudah ikhlaskan saja" ini sudah Takdir yang Maha Kuasa. Karena Takdir kematian akan menemui setiap manusia yang hidup. 
ada salah satu nasehat dari seseorang yaitu : "Suatu saat kita semua akan mendapatkan giliran. Namun perlu diingat doa anak yang Sholeh yang akan jadi pengiring orangtua kita untuk menghadap Allah. Perbanyak doa untuk ibu mu. Insyaallah Allah akan memberi tempat terbaik".

Memang ada tanda - tanda mamak mau pergi meninggalkan kami. Pertama, Mamak saya certita kepada mbah saya (atau mamaknya) Mak aku ngimpi ketemu karo bapak(Mbah laki-laki yang sudah meninggal). Kedua, seminggu apa duaminggu sebelumnya Mamak pernah bilang ke Mbak saya minta dibelikan mukenah yang putih polos tidak ada motif nya dan tidak ada warnanya. Ketiga, Minta dibelikan kipas angin yang di gantung di tembok untuk kalau ada acara yasinan dirumah. Keempat, Kakak Ipar saya melihat ada seekor burung di depan pintu pada sore hari sebelum mamak meninggal. Burung itu di gusah tidak mau pergi setelah itu di pegang di terbangin baru burung itu pergi. 

Meskipun ada tanda - tanda seperti itu tapi kami tidak pernah berfikir bahwa mamak akan pergi meninggalkan kami selamanya. Karena pada waktu itu mamak dalam kondisi sehat-sehat aja. Tapi memang dalam hidup ini setiap Insan yang hidup akan mengalami kematian. Maka dari itu kita harus mempersiapkan diri. Karena kita tidak pernah tau kapan datang nya. Meski tak lagi bisa mencium tangan, meski tak lagi bisa memeluk tapi aku yakin, Mamak akan selalu ada membimbing setiap langkahku kedepan melalui setiap pesan, ilmu, nasehat, kasih sayang, dan kesabaran yang telah Mamak berikan. 

Lanjut di bulan Juli, Bulan ini masih merasa sedih atas kepergian mamak. Hari hari yang saya lalui rasanya begitu berat bagaimana tidak orang yang kita sayangi pergi meninggalkan dunia ini selama-lamanya. Apalagi ketika saya pulang kerja, biasanya ngobrol di depan warung bercerita kegiatan hari itu apa saja yang saya kerjakan di kantor. Ya karena saya dan mamak sering sekali bercerita. Tapi semua itu menjadi kenangan bagi saya. Terima Kasih Mak atas segala kasih sayang mu kepadaku. Sekarang Arif hanya bisa mendokan mamak selalu di setiap shalat. Semoga Mamak tenan disana dan bahagia bertemu dengan mbah jamin. 



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Catatan Akhir Perjalanan 2021 - Tahun Terberat yang Aku Alami "

Post a Comment